Call +62 214415609
WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label pelatihan terapis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelatihan terapis. Tampilkan semua postingan
The effective way to be therapist children with special needs 
Membuka Kelas Eksklusif Program Pelatihan Shadow Teacher 
 (Guru Pembimbing Khusus) days training: 16 hours 

Kelas Weekend
 16 April 2016 : 09.00 -17.00 WIB
                17 April 2016 : 09.00 -17.00 WIB
                   

TEMPAT PELATIHAN 
Ruang Pelatihan Safaro Consulting
 Jl. Raya Pondok Kelapa Blok G1 no. 3F. Pondok Kelapa, Jakarta Timur 

MATERI PELATIHAN 

1.                 Psikologi Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
2.                Memahami Jenis dan Karakter ABK
3.                Terapi Untuk ABK (Setting di Rumah & Sekolahan)
4.                Model Pendidikan Inklusif; Peran dan Fungsi Guru Pendamping
5.                Membuat Program Pendidikan Individu & Alat peraga
6.               Konseling Individu dan Kelompok (Teknik Solution Focused Brief Therapy)
7.                Mengatasi Perilaku Mala Adaptif
8.      Metode Belajar Mengajar Mata Pelajaran Dasar seperti Membaca, Menulis, Berhitung, Mengeja & Memahami.

FASILITATOR:
 Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. I Mustain, S.Psi., MM (cand)
 Shinta Barasa, S.Psi.  I DR.Akhmad Shunhaji, S.Pd, M.Pd 

INVESTASI PESERTA
Rp. 1.750.000@peserta I Pendaftaran Group/Lembaga Rp. 1.500.000@peserta (min 3 orang)
(Termasuk Handout & Sertifikat)

Rek Pendaftaran :   
   BNI 0169046283 an. Mustain

BCA 2040002181 an. Adib Setiawan

Untuk daftar secara online KLIK DISINI 


hotline: 089650623931



51BAB66E
email : sekolahterapis@gmail.com
Shadow Teacher atau Guru Pendamping.. sudah pasti akan segera tergambar di kepala, ketika seorang anak berkebutuhan khusus melangkah menuju ke sekolah umum.
(Sama dengan apa yang saya fikirkan sekarang..)

Sebenarnya.. tidak semua anak berkebutuhan khusus membutuhkan guru pendamping looo.. Ya.. untuk anak-anak yang telah mampu bersosialisasi dengan baik, dan mempunyai tingkat kemampuan akademik yang hampir sejajar dengan teman-teman sebayanya.. seorang guru pendamping tidak harus ada. Mungkin lebih baik jika ia menggunakan jasa guru-guru privat untuk mengejar ketinggalannya.
Berdasarkan apa yang saya baca…, untuk sampai pada sebuah kesimpulan, anak membutuhkan guru pendamping harus melewati tahapan sbb :

Step 1:
Melakukan pencatatan perkembangan dari tumbuh kembang anak-anak secara teratur
Misalnya : Kapan anak ini mulai duduk sendiri, berjalan, BAB, BAK, menggunakan baju dan mengeluarkan kata-kata untuk pertama kalinya.


Step 2:
Bacalah buku, artikel di koran/majalah , browsing di internet dan lain sebagainya, yang menyediakan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan dan kekhawatiran anda pada ananda tercinta. Diskusikan perhatian khusus anda ini (perkembangan dan kekhawatiran) dengan dokter anak, psikolog anak, guru, administrator dari website yang memuat tentang hal ini,  anda kunjungi.

Step 3:
Jika perlu mintalah pengamatan dan penilaian dari penyedia layanan, seperti :
* Klinik Tumbuh kembang dan Dokter anak;
* Sekolah umum yang akan di”jalani”nya, untuk mengetahui kemampuan bicaranya dengan bantuan ahli terapi wicara, kemampuan okupasinya dengan bantuan terapis okupasi dan juga bantuan terapi perilaku untuk mengetahui kesiapannya secara peri laku.

Step 4:
Tindak lanjuti semua kriteria yang ada dalam pengamatan dan penilaian yang telah didapat diatas dengan melakukan hal yang sama pada ahli pendidikan dan psikolog

Step 5 :
Membuat The IEP (Individualized Education Program) / Program Pendidikan per Individu
Memang semestinya. program ini dibuat dan di sediakan oleh sekolah umum yang dituju, dengan maksud
1.  Untuk menyampaikan informasi dari perkembangan ataupun keseharian terkini sang anak.
2.  Mengambarkan tujuan pendidikan yang harus dicapai sang anak dalam  diakhir periode pembelajaran.
3.  Menyampaikan informasi yang isinya objektif.
4.  Mencoba menggali cara pengajaran yang tepat dengan kebutuhan anak.
Tetapi jika ternyata pihak sekolah kesulitan, dengan berbagai macam pertimbangan, apa salahnya, jika kita selaku orang tua ikut membantunya. Toh sebagian data tentang anak, ada di tangan kita.

Step 6:
Lakukan analisa.. yang terperinci.. pertimbangkan kekurangan anak, kelebihan anak, target pencapaian dengan terbuka dan objektif dengan pihak-pihak yang telah terkait diatas. Jika memang lebih banyak ketidak mampuannya dibandingkan kelebihannya, sebaiknya memang menggunakan jasa guru pendamping/ shadow teacher. (Misalnya anak belum dapat duduk dengan patuh di meja belajar, anak masih belum dapat mengkontrol fokus konsentrasinya, anak belum menguasai komunikasi 2 arah, dsbnya)  Jika ternyata apa yang ia hadapi masih dapat di berikan toleransi, tetaplah semangat, beri kepercayaan pada anak, dukung dia untuk melalui hari-harinya dengan penuh ketegaran.

Step 7:
Kualifikasi yang dianjurkan untuk seorang guru pendamping/ Shadow Teacher
* Pendidikan : Minimum S1 kependidikan anak atau Master di pendidikan anak atau setidaknya mempunyai sertifikat pendidikan anak usia dini.
Yang sangat perlu diperhatikan, seorang “Shadow Teacher” membantu anak anak untuk :
1. Tetap fokus
2. Ikut aktif dan berpartisipasi dalam kelas
3. Memperjelas dan membantu memberikan pemahaman pada keterangan guru di kelas
4. Menjadi peredam suasana ketika ada terlalu banyak hal yang mengganggu keseimbangannya
5. Berpikiran positif pada hal-hal baru yang mulai dilakukan sang anak, dan membantunya untuk melakukan pengontrolan diri.
6. Meningkatkan komunikasi dengan menjaga adanya kontak mata.
7. Mendorong sang anak untuk meminta pertolongan pada guru kelas.
8.  Membuka kesempatan bagi sang anak untuk berbagi ketertarikan akan suatu hal atau benda tertentu dengan anak-anak yang lain.
9.  Pancing anak untuk memulai pembicaran atau berdiskusi dengan teman sebaya.
10. Bantu anak untuk bersikap terbuka dan memberikan respon balik kepada teman-temannya ketika ia terlibat dalam sebuah aktifitas sosial.
11. Melihat rekasinya ketika temannya diberi penghargaan.
12. Mintalah anak untuk menerima keberhasilan teman-temannya.
13. Bimbing anak untuk menghargai dan menghargai ketertarikan anak-anak lainnya, pada bidang yang mungkin saja tidak sama dengan ketertarikannya.

Step 8:
Jika bisa, sebagai tambahan dalam memilih “Shadow Teacher”, pilihlah orang-orang yang
*  Ikut aktif dalam berbagai seminar atau pelatihan yang berfokus pada anak-anak berkebutuhan khusus.
*  Paling tidak mempunyai satu tahun pengalaman dibidang ini.


Step 9:
Memasuki step ke 9, dianjurkan untuk melibatkan orang tua secara aktif, dengan selalu melakukan  komunikasi, komunikasi dan komunikasi !

A. Biarkan Shadow Teacher mengetahui segala hal yang terjadi dengan sang anak hari itu, begitu mereka bertemu di sekolah. misalnya saja
1 Sampaikan bagaimana tidur ananda semalam.  Nyenyak atau gelisah.
2  Demikian juga dengan sang Shdow serta anda sendiri, apakah tidur nyenyak semalam?
3 Apakah ada hal-hal yang tak biasa terjadi? Misalnya saja.. salah satu orang tua atau pengasuh tidak ada disampingnya.
4Apakah ada hal-hal yang membuat suasana rumah menjadi tidak nyaman, yang berkaitan dengan keteraturan dalam rumah dan lingkungan sekelilingnya.
Apapun yang anda sampaikan saat itu akan sangat menolong bagi shadow teacher .

B. Dan jangan lupa ketika tiba saat  penjemputan, tanyakan pada Shadow teacher,
1. Apa saja yang terjadi hari ini disekolah?
2. Tanyakan apa yang mereka temukan hari ini pada diri sang anak? Baik yang bersifat positif maupun negatif.
3. Catatlah perilaku dirumah, sebagai tambahan dan pelengkap dari pencatatan perilaku  yang dilakukan oleh guru dan shadow teacher hari itu.

Step 10:
Tahap akhir yang penting
1. Bersabarlah
2. Belajar dari proses
3. Dengarkan apa kata ahli, tetapi tetap harus diingat anda adalah guru pertama dari anak anda.
4.  Kembangkan strategi baru, dgn menggabungkan semua pendapat para ahli dan profesional, dalam kehidupan sehari-hari dirumah. Anak-anak membutuhkan kesinambungan, pencotohan dan bimbingan untuk mengikuti peraturan yang baru.  Ini semua adalah komponen pelengkap yang akan membangun kesuksesan, meningkatkan kompetensi dan mendorong terbentuknya kemandirian.
Hmmmm akhir kata, setelah membaca apa yang tertulis diatas, saya menyadari bahwa point-point tersebut,  hanya sebagian kecil dari apa yang seharusnya disampaikan disini, bagaimana membimbing anak-anak dibawah bantuan “Shadow Teacher”. Yah bagaimanapun juga. perlu disadari, setiap anak berbeda dan mempunyai pribadi yang unik, sehingga tetap saja dibutuhkan adanya ketrampilan untuk melakukan inovasi dan pencatatan agar dapat mencapai hasil masksimal. Jadi jangan pernah malas untuk mencatat dan mengevaluasi ya….
Dialih bahasakan dari : Shadow Teacher.com

Peranan shadow teacher untuk anak berkebutuhan khusus.
Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus kerap merasa khawatir soal masa depan pendidikan anaknya. Apalagi, dengan segala kelebihan dan keterbatasan yang dipunyai, beberapa ilmu pengetahuan mungkin lebih sulit diserap sang anak. Inilah mengapa peran shadow teacher untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus cukuplah penting.

Seperti yang dijelaskan oleh Psikolog, Ayoe Sutomo, pada tabloidnova.com, soal peranan shadow teacher untuk anak berkebutuhan khusus. Menurut Ayoe, shadow teacher adalah guru pendamping yang mendampingi anak secara fokus, utamanya ditujukan untuk anak dengan kebutuhan khusus dalam proses belajar.

Baca: Pentingnya Anak Berkebutuhan Khusus Bermain di Luar Ruang
“Sudah cukup lama istilah ini muncul, tapi tidak tahu kapan pastinya. Yang jelas sering terjadi pergeseran peran. Dari semua shadow teacher yang seyogyanya mendampingi anak berkebutuhan khusus di kelas menjadi guru pendamping bagi semua anak,” ujar Ayoe pada tabloidnova.com .

Terkait peran shadow teacher untuk anak berkebutuhan khusus, Ayoe memaparkan bahwa shadow teacher ialah membantu proses belajar dengan cara yang lebih sabar, lebih fokus dan lebih mudah dicerna sehingga anak dapat mengikuti kelas belajar mengajar dengan baik.

Baca: Ketahui 6 Fakta Penyakit Disleksia pada Anak
Soal apakah ada persyaratan khusus pemakaian jasa shadow teacher untuk anak dengan kondisi tertentu? Ini kata Ayoe.
Shadow teacher untuk anak berkebutuhan khusus seperti gangguan pemusatan perhatian (Attention Deficit Disorder/ADD), gangguan perkembangan aktivitas motorik anak (Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD), autism dan gangguan perkembangan lainnya,” tambah Ayoe.

Baca: Yuk, Bimbing Anak Berkebutuhan Khusus untuk Miliki Mimpi!

Namun, sejauh apa sebenarnya manfaat dari intensitas pemakaian jasa shadow teacher untuk kebutuhan anak? Diakui Ayoe, jawabannya terletak dari perbedaan shadow teacher dengan guru biasa yang ada di sekolah.
Shadow teacher memberikan perhatian khusus dan fokus pada seorang anak. Sementara guru mengajar di depan kelas, si shadow teacher berada di samping anak, membuat anak fokus mendengar guru dan tidak menganggu teman lainnya sehingga jalannya kelas tetap stabil.

Baca: Veny Lie Piano & Cinta untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Lalu, adakah kualifikasi khusus yang harus dipenuhi seseorang yang menjadi shadow teacher? Ternyata justru mencakup berbagai poin persyaratan terutama dalam hal psikologis.
Shadow teacher harus bisa memahami dengan baik perbedaan dan keunikan masing-masing anak. Ia harus memiliki pengetahuan yang baik tentang kondisi anak yang diajar secara keilmuan maupun praktek. Secara psikologis, shadow teacher mempunyai mindset untuk siap menerima kondisi dan perilaku anak,” tutup Ayoe.
Baca: Eko Setiyoasih, Sekolah Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Ref

Teacher)

Guru PendampingDalam tataran pragmatis, ada pergeseran peran dan istilah guru pendamping (shadow teacher), pergesaran peran yang nyata bagi guru pendamping adalah guru pendamping membantu mengajar anak di kelas bersama guru kelas.

Padahal yang benar, seorang guru pendamping atau shadow teacher bertugas mendampingi anak berkebutuhan khusus (special needs children), terutama anak-anak yang terdiagnosis ASD (Autism Spectrum Disorder), ADD / ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), Dyspraxia (Motor Planning Disorders), Dyslexia (Kesulitan Berbahasa dan Mengeja), Down syndrome (Penurunan Kognitif dan Fisik) dan Underachiever (anak berbakat yang kurang ditumbuh-kembangkan atas potensi yang dimilikinya) yang ada di kelas.

Menurut Yuwono, Joko. 2007 dalam Pendidikan Inklusif menjelaskan bahwa :
”Guru pendamping adalah guru yang memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang anak-anak kebutuhan khusus yang membantu atau bekerjasama dengan guru sekolah regular dalam menciptakan pembelajaran yang inklusi. Peran guru pendamping dalam membantu guru reguler dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan guru-guru tersebut”.
Salah satu contoh peran guru pendamping (shadow teacher) dalam membantu atau kerjasama dengan guru regular adalah memberi informasi tentang siswa/anak berkebutuhan khusus (special needs children) dan membuat perencanaan pembelajaran secara bersama agar semua anak dapat berpartisipasi di dalam kelas sesuai level keberfungsiannya. Guru pendamping (shadow teacher) sepertinya harus diposisikan sebagai teman berdiskusi oleh guru reguler, tempat mencurahkan permasalahan tentang anak berkebutuhan khusus (special needs children), mendiskusikan dan meminta solusi, dan lain sebagainya.

Guru pendamping (shadow teacher) selayaknya memberikan segala apa yang telah menjadi tugas dan kewajibannya, dalam bahasa akademisnya guru pendamping (shadow teacher) bertindak dan berperan aktif sebagai konsultan. Oleh karenanya guru pendamping (shadow teacher) selayaknya adalah mereka yang benar-benar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan keahlian dalam membantu anak-anak berkebutuhan khusus (special need children).

Ref

Peran Seorang Shadow Teacher

Jakarta, Kartunet.com — Dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus yang terintegrasi seperti sistem pendidikan inklusif, shadow teacher atau guru pendamping menjadi salah satu sarana atau tenaga yang cukup penting. Pentingnya peran shadow teacher dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus adalah untuk membantu anak dalam mencapai target pendidikan yang telah dirancang guru kelas.
Sesuai dengan peranannya, shadow teacher seyogyanya lebih memahami kondisi dan perkembangan kemampuan anak. Dalam pelaksanaannya, shadow teacher berada di samping anak dan mengamati perkembangan anak setiap hari selama anak beraktivitas di sekolah. Lebih dari itu, shadow teacher tidak hanya berperan sebagai pendamping anak di sekolah, tetapi juga turut memantau perkembangan anak di rumah.

Kendati shadow teacher selalu mendampingi anak di sekolah, bukan berarti mereka bertugas sebagai pembantu yang mengerjakan tugas-tugas anak. Shadow teacher berfungsi sebagai fasilitator yang menjembatani anak dengan guru utama di sekolah, di antaranya dengan meminta perlakuan khusus demi terwujudnya kemajuan kemampuan anak.

Beberapa kebutuhan khusus tersebut misalnya adalah meminta waktu untuk belajar di ruang sumber atau ruang pendidikan khusus yang memang disediakan sekolah untuk anak, jika suatu waktu anak mengalami distraksi atau tidak dapat menyesuaikan diri dengan suasana di dalam kelas biasa. Shadow teacher juga bisa meminta guru utama untuk meringankan standar kelulusan bagi anak jika anak terlihat begitu kesulitan menyesuaikan diri dengan teman sekelasnya dalam pencapaian akademik. Ketika guru utama telah memberikan standar pencapaian yang berbeda, shadow teacher juga harus member masukan mengenai parameter evaluasi yang diberikan guru utama terhadap anak juga harus berbeda. Sehingga, apa yang dievaluasikan kepada anak relevan terhadap apa yang telah anak pelajari.

Shadow teacher juga memiliki kewajiban untuk mengulang pengajaran kepada anak. Pengulang pengajaran atau remedial teaching tidak harus dilakukan secara menyeluruh, melainkan cukup dengan menstimulus anak untuk mengetahui apa saja yang sudah didapatnya dari proses belajar di kelas. Kemudian, shadow teacher cukup mengulang penjelasan tentang bagian yang belum dikuasai anak.
Selain hal membantu dalam hal akademik, shadow teacher juga harus membantu anak bersosialisasi dengan teman sebayanya dan guru utama. Mereka dapat memberikan informasi kepada guru utama dan murid lain terkait perkembangan anak, misalnya tentang komunikasi anak dan apa saja yang terlihat belum dipahami guru utama dan teman sebayanya. Hal ini bisa disempurnakan lagi dengan menunjukkan cara menangani anak di dalam kelas dan secara bertahap mengurangi ketergantungan anak pada shadow teacher. Dengan demikian, guru utama bisa mengambil alih peran sepenuhnya tanpa shadow teacher dan diharapkan anak dapat belajar di sekolah tanpa harus didampingi shadow teacher lagi.

Keterikatan peran shadow teacher dengan anak tidak hanya mencakup kerjasama shadow teacher dengan guru utama, melainkan juga dalam hubungan yang terbuka antara orang tua dan shadow teacher. Dalam hal ini, kedua pihak dapat saling bertukar informasi mengenai perkembangan kemampuan anak dalam bidang akademik maupun sosial. Keterbukaan ini dibutuhkan karena seringkali ketidakmampuan tertentu yang sepele di rumah justru tampak dan menjadi kendala di sekolah.

Komunikasi yang dilakukan orang tua dengan shadow teacher harus intensif. Shadow teacher harus melaporkan perkembangan anak di sekolah, demikian pula orang tua harus melaporkan perkembangan anak saat di rumah. Informasi yang saling dibagi antar kedua belah pihak tidak boleh ditutup-tutupi, apalagi jika karena alasan “gengsi” atau “malu”. Laporan yang jujur justru akan semakin memudahkan shadow teacher atau orang tua untuk terus membuat program yang bisa mengembangkan kemampuan anak.

Secara garis besar, kerjasama dan keterbukaan antar tenaga pendidik sangat diperlukan. Baik orang tua, guru utama, maupun shadow teacher harus saling terbuka dalam berbagi informasi perkembangan anak, sehingga anak bisa menerima penanganan pendidikan sesuai dengan kebutuhannya serta membantu memaksimalkan kemampuannya. (nir)

Editor: Muhammad Yesa Aravena

Peran Guru PendampingPada umumnya anak berkebutuhan khusus (special neeeds children) memerlukan pendamping pada masa awal penyesuaian di lingkungan kelas yang jelas berbeda dengan lingkungan sebelumnya (sebut saja terapi individual).
Guru pendamping memegang peranan penting dalam membantu tidak hanya pada perkembangan akademik tetapi juga non akademik, seperti : perkembangan sosialisasi, komunikasi, perilaku, motorik dan perkembangan latihan keterampilan hidup sehari-hari.
Guru pendamping dapat dimaknai sebagai orang dewasa yang membantu dan mengarahkan anak berkebutuhan khusus (special needs children) khususnya anak yang terdiagnosis ASD (Autism Spectrum Disorder)/ Syndrome Asperger/ RETT Syndrome/ PDD-NOS; ADD / ADHD (Attention Deficit/ Hyperactivity Disorder), Dyspraxia (Motor Planning Disorders), Dyslexia (Kesulitan Eja-Tulis), Retardasi Mental, Down syndrome (Penurunan Kognitif dan Fisik) dan Underachiever (anak berbakat yang kurang ditumbuh-kembangkan atas potensi yang dimilikinya), dalam hal akademik dan non akademik di lembaga sekolah inklusif maupun sekolah reguler. Peran guru pendamping diharapkan dapat melatih kemampuan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus (special needs children) untuk lebih optimal dan fungsional.

Peran Guru Pendamping (Shadow Teacher)

Beberapa peranan guru pendamping menurut Skjorten dkk, dalam Pengantar Pendidikan Inklusif  (2003) yaitu :
  1. Mendampingi guru kelas dalam menyiapkan kegiatan yang berkaitan dengan materi belajar.
  2. Mendampingi anak berkebutuhan khusus (special needs children) dalam menyelesaikan tugasnya dengan pemberian instruksi yang singkat dan jelas.
  3. Memilih dan melibatkan teman seumur untuk kegiatan sosialisasinya.
  4. Menyusun kegiatan yang dapat dilakukan di dalam kelas maupun di luar kelas.
  5. Mempersiapkan anak berkebutuhan khusus (special needs children) pada kondisi rutinitas yang berubah positif.
  6. Menekankan keberhasilan anak berkebutuhan khusus (special needs children) dan pemberian reward yang sesuai dan pemberian konsekwensi terhadap perilaku yang tidak sesuai.
  7. Meminimalisasi kegagalan anak berkebutuhan khusus (special needs children)
  8. Memberikan pengajaran yang menyenangkan kepada anak berkebutuhan khusus (special needs children)
  9. Menjalankan individual program pembelajaran yang terindividualkan (PPI).
Ref
The effective way to be therapist children with special needs 
Membuka Kelas Eksklusif Program Pelatihan Shadow Teacher 
 (Guru Pembimbing Khusus) 4 days training:24 hours 

Kelas Mulai 19 September 2015 : 09.00 -16.00 WIB
                   20 September 2015 : 09.00 -16.00 WIB
                   26 September 2015 : 09.00 -16.00 WIB
                   27 September 2015 : 09.00 -16.00 WIB

TEMPAT PELATIHAN 

Ruang Pelatihan Safaro Consulting
 Jl. Raya Pondok Kelapa Blok G1 no. 3F. Pondok Kelapa, Jakarta Timur 

MATERI PELATIHAN 

1.                 Psikologi Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
2.                Memahami Jenis dan Karakter ABK
3.                Terapi Untuk ABK (Setting di Rumah & Sekolahan)
4.                Model Pendidikan Inklusif; Peran dan Fungsi Guru Pendamping
5.                Membuat Program Pendidikan Individu & Alat peraga
6.               Konseling Individu dan Kelompok (Teknik Solution Focused Brief Therapy)
7.                Mengatasi Perilaku Mala Adaptif
8.      Metode Belajar Mengajar Mata Pelajaran Dasar seperti Membaca, Menulis, Berhitung, Mengeja & Memahami.

FASILITATOR:
 Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi. I Mustain, S.Psi., MM (cand)
 Shinta Barosa, S.Psi.  DR.Akhmad Shunhaji, S.Pd, M.Pd 

INVESTASI PESERTA
Rp. 1.750.000@peserta I Pendaftaran Group/Lembaga Rp. 1.500.000@peserta (min 3 orang)
(Termasuk Handout & Sertifikat)

Rek Pendaftaran :   
   BNI 0169046283 an. Mustain

BCA 2040002181 an. Adib Setiawan

Untuk daftar secara online KLIK DISINI 



hotline: 089650623931



51BAB66E
email : sekolahterapis@gmail.com


Read more: http://www.sekolahterapis.com/2015/09/pendaftaran-kelas-shadow-teacher.html#ixzz3khgiQJXe
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan anak yang mengalami salah satu atau beberapa gangguan perkembangan, gangguanperilaku, dan atau gangguan emosi sehingga perkembangannya tidak setara dengan anak seusianya. Banyak faktor yang menjadi pemicu kenapa anak menjadi  ABK mulai dari faktor saat bayi masih di kandungan, saat proses melahirkan, atau pun dua tahun pertama setelah bayi lahir.


Dalam rangka mendukung tumbuhkembang ABK menjadi optimal sesuai dengan kemampuan anak, dibutuhkan skill khusus. Diantaranya pemahaman dan penguasaan teknik terapi ABK.  in House Training  adalah program training/pelatihan yang dilaksanakan di kantor maupun di lembaga Anda dengan supporting total dari  SNEEP. Ditujukan untuk memberikan pemahaman dan teknik khusus dalam menangani ABK baik di klinik, rumah maupun di sekolah. 

Training dirancang  dengan muatan praktek yang dominan untuk memastikan bahwa peserta training benar-benar mendapatkan impact dalam pelatihan ini.  


Setiap kegiatan in house training yang kami deliver akan diikuti dengan “post training follow up and monitoring” kegiatan ini dilakukan  untuk memastikan adanya proses aplikasi/penerapan materi training yang telah diberikan
banner01 banner02Riaubanner02 banner02 banner02 banner02
Pengajar di SNEEP adalah para Psikolog dan insan professional yang sudah memiliki pengalaman lapangan minimal 5 tahun di bidang penanganan Special Needs Children.

Dengan basic keilmuan yang jelas dan pengalaman yang ekstensif tentu saja akan memastikan teknik dan materi belajar yang disampaikan akan lebih mudah, menyenangkan, mendalam dan tentu saja lebih aplikatif. 

Berikut daftar Pengajar di SNEEP; 
. ...........................................................................................................
dr.Trigunadi, Amd. OT., S.Ked., S.Psi
Trainer, Konsultan & Praktisi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Pendiri Klinik Yamet, sudah puluhan tahun berpengalaman menangani ABK. Sering memberikan ceramah, dan training seputar penanganan anak berkebutuhan khusus kota-kota besar Indonesia
Adib Setiawan, M.Psi. (Family, Educational & Child Psychologist) Seorang Psikolog dan Praktisi Pendidikan ABK yang sudah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam mendiagnosa, memberikan treatment serta merancang program pendidikan individu baik di klinik maupun sekolah inklusi.
Imam Ratrioso, Psi., Chti
Psikolog Kawankan yang juga konsen dalam tumbuh kembang Anak pendiri Safaro Konsulting. Inisiator implementasi konsep Hipnoterapi dan hipnosis dalam membantu orangtua menangai Anak Berkebutuan Khusus.
Kemala Devi, Psi
Psikolog Kawankan yang juga konsen dalam tumbuh kembang Anak pendiri AAC. Inisiator implementasi konsep Accupunture dalam membantu orangtua menangai Anak Berkebutuan Khusus.
Mustain, S.Psi, MM (cand)
Trainer, Konsultan & Praktisi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Memiliki pengalaman yang ekstensif dalam mencreate program penanganan & pendirian klinik Center. Saat ini menjabat sebagai Head Learning Fasilitator pada Spesial Needs Educational Program (SNEEP).
Shinta Barasa, S.Psi
Konsultan, Case Manager yang sudah berpengalaman puluhan tahun dalam penanganan anak berkebutuhan khusus mendapatkan sertivikasi ABA langsung dari Austalia. kini beliau menjabat sebagai Ketua SNET di Yayasan Cinta Harapan Indonesia dan Konsultan di Hi5 Jakarta
DR.Akhmad Shunhaji, S.Pdi., M.Pd
Seorang Pendidik yang berpengalaman dalam pengembangan Potensi Anak Usia Dini berbasis Al-quran, Saat ini menjabat sebagai Direktur Lembaga Pengembangan Perilaku Anak Indonesia (LP2AI)
Fanny Erla Zuhana, Psi
Seorang Praktisi ABK bergerak dibidang pendidikan ABK dari level TK hingga Sekolah Menengah Pertama melalui Sekolah Permata yang didirikannya pada awal 2010, pernah menjabat sebagai Wakil Dekan YAI Fakultas Psikologi
Fitri Yulianti, M.Psi (Psikolog)
Psikolog Alumni Universitas Indonesia, Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini aktif dalam pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus melalui instansi pemerintahan
Drs. Nautika Sriwijaya
Alumni Universitas Indonesia, Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus. Volunter mengajar 2010 - 2014 di yayasan Sarana Daya Autisma dan di Laboratorium terpadu Anak berkebutuhan Khusus Universitas Jakarta.
Arif Boedi, S.Psi., M.Psy. Clin.,MD
Konsultan, Psikolog dan Pakar Pendidikan Anak Usia Dini, Directur Pinger Print Indonesia, aktif sebagai nara sumber baik lokal maupun Nasional terkait potensi Tumbuh Kembang Anak